Tsansega Magazine

Opening windows to the world through digital literacy. A limitless space for expression and creativity to foster an excellent and capable madrasah generation

Home ☛ Berita Madrasah  ☛  Fondasi Baru Tahun Ajaran Baru: Guru MTsN 10 Ngawi Rampungkan Workshop Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)
header-1

Fondasi Baru Tahun Ajaran Baru: Guru MTsN 10 Ngawi Rampungkan Workshop Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)

NGAWI — Menjelang bergulirnya Tahun Ajaran Baru 2026/2027, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 10 Ngawi melakukan gebrakan pedagogis yang menyentuh hati. Selama empat hari penuh, mulai dari Senin hingga Kamis, 6–9 Juli 2026, bertempat di Aula MTsN 10 Ngawi, seluruh jajaran pendidik sukses mengikuti Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).

Mengusung tema besar "Mewujudkan Pembelajaran Mendalam dan Budaya Madrasah Cinta", workshop ini dirancang sebagai persiapan esensial bagi para guru sebelum mereka menyambut para siswa di ruang kelas serta mengawal agenda besar MATAMUDA pada pertengahan Juli ini.

Alur Transformasi: Struktur Kegiatan IN-ON-IN

Pelaksanaan workshop ini berjalan sangat efektif dan intensif dengan menggunakan model pelatihan IN-1 (Tatap Muka Pembekalan), ON (Kerja Mandiri), dan IN-2 (Presentasi dan Komitmen).

1.Hari 1: IN-1 (Senin, 6 Juli 2026):Pembekalan Konseptual.

Diawali dengan pembukaan resmi oleh Pejabat Kementerian Agama Kabupaten Ngawi dan orientasi workshop. Pada sesi ini, Kasi Pendma memaparkan Kebijakan dan Panduan KBC. Guru-guru kemudian dibekali materi teknis mengenai integrasi KBC ke dalam kegiatan Intrakurikuler, Kokurikuler, Ekstrakurikuler, pengenalan instrumen "Petualang Cinta", hingga pembentukan Budaya Madrasah berbasis Panca Cinta.

2.Hari 2-3: ON (Selasa–Rabu, 7–8 Juli 2026):Kerja Mandiri di Rumah.

Para peserta workshop tidak sekadar menerima teori. Selama dua hari, dari rumah masing-masing, guru-guru menyusun Rencana Aksi KBC untuk pembelajaran, menyusun draf Lembar Petualang Cinta, serta merancang program penguatan budaya iklim madrasah. Seluruh proses ini didampingi secara daring oleh fasilitator.

3.Hari 4: IN-2 (Kamis, 9 Juli 2026):Penyelarasan & Komitmen.

Kembali ke Aula madrasah, kegiatan diawali dengan pengantar dari Kepala Madrasah, Drs. Mudhofar. Setiap kelompok/mapel mempresentasikan hasil rencana aksinya untuk direview bersama fasilitator. Langkah konkret ditutup dengan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL), penyelarasan program menyambut Tahun Ajaran Baru, serta penandatanganan komitmen bersama implementasi KBC.

Menghidupkan "Panca Cinta" dan "Petualang Cinta"

Salah satu materi yang menjadi sorotan utama dalam ulasan workshop ini adalah diperkenalkannya instrumen Petualang Cinta. Instrumen ini akan menjadi alat bantu penguatan karakter murid yang unik, di mana siswa dituntun untuk mengeksplorasi nilai-nilai kebaikan melalui penugasan yang humanis.

Lebih dari itu, Kurikulum Berbasis Cinta ini bertumpu pada Panca Cinta yang akan diintegrasikan secara menyeluruh ke dalam ekosistem madrasah, mulai dari manajemen kelas, interaksi guru-murid, hingga kegiatan ekstrakurikuler.

Catatan Redaksi: Penguatan Budaya Madrasah berbasis Panca Cinta ini diharapkan mampu menciptakan iklim belajar yang aman secara psikologis, penuh empati, namun tetap berorientasi tinggi pada raihan prestasi akademik maupun non-akademik.

Langkah Nyata Menuju Perubahan

Kepala MTsN 10 Ngawi menegaskan bahwa penandatanganan komitmen bersama di hari terakhir bukan sekadar formalitas di atas kertas, melainkan janji suci seluruh pendidik untuk menghadirkan hati di setiap proses belajar-mengajar.

Dengan rampungnya workshop ini pada 9 Juli kemarin, para guru MTsN 10 Ngawi kini telah mengantongi dokumen rencana aksi yang matang. Mereka siap menyambut para siswa pada hari pertama Back to School tanggal 13 Juli nanti dengan pendekatan baru yang lebih mendalam, penuh kasih, dan siap mencetak generasi berkarakter juara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *